Wednesday, May 16, 2012

Q.S. Ibrahim ayat 24 dan 25



أَلَم تَرَ كَيفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصلُها ثابِتٌ وَفَرعُها فِى السَّماءِ
(24) Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤتى أُكُلَها كُلَّ حينٍ بِإِذنِ رَبِّها ۗ وَيَضرِبُ اللَّهُ الأَمثالَ لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَذَكَّرونَ
(25) (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

antara A K U dan hamba - K U


 Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: Telah berfirman Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi:



"Aku telah membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Satu bagian untuk-Ku dan satu bagian lagi untuk hamba-Ku". 


Bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: Bacalah oleh kalian (Al-Fatihah, karena).

Jika seorang hamba mengucapkan {Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam}, maka Allah yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi berfirman: "Hambaku telah memujiku."


Dan jika seorang hamba mengucapkan {Maha Pengasih lagi Maha Penyayang}, maka Allah akan berfirman: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku."


Dan jika seorang hamba mengucapkan {Penguasa Hari Pembalasan}, maka Allah akan berfirman: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."


Jika seorang hamba mengatakan {Hanya kepada-Mu kamu menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan}, maka "Ayat ini adalah pemisah bagian Aku dengan hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta."


Jika seorang hamba mengucapkan {Tunjukilah kami jalan yang lurus: Jalan orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan (jalan) orang yang Engkau murkai, dan bukan pula (jalan) orang yang sesat.}, maka "Ayat itu adalah bagian hamba-Ku, dan bagi hambaku apa yang ia minta."

Syukur dan Sabar




جَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ لَهُ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkara adalah kebaikan baginya. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka yg demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kemudaratan/kesusahan, ia bersabar maka yang demikian itu baik baginya.”